Mengenal Genre Kita Untuk Menjadi Karya
RESUME
PELATIHAN MENULIS ONLINE GELOMBANG 10
Pertemuan
4 : Kamis, 30 April 2020
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Pemateri :
Bapak Amir Faisal
Topik : Berbagi Pengalaman Menulis Buku
Motivasi & Kepemimpinan
Peresume :
Beni Setyorini
Pengantar : Bapak Wijaya Kusumah
Mengenal Genre Kita Untuk Menjadi
Karya
Seperti biasa OmJay
membuka pelatihan sesuai jadwal dengan menyapa peserta dan menyemangati agar
kita senantiasa sehat dan semangat. Materi kali ini berbeda dengan pertemuan
sebelumnya, yaitu membahas bagaimana menulis buku motivasi dan kepemimpinan
yang dipaparkan oleh nara sumber luar biasa, yaitu bapak Amir Faisal, seorang
trainer dan motivator nasional yang telah menlurkan banyak buku. Bapak Amir
Faisal mengawali materinya dengan membagikan link video di youtube, di mana
terdapat 5 seri khusus untuk materi hypnowriting.
Dari link video yang
diberikan saya sungguh terperanjat dengan apa yang diceritakan beliau, di mana
latar belakang beliau bukan dari dunia tulis menulis ataupun dunia pendidikan.
Apa yang beliau sampaikan sungguhlah memberi gambaran bagaimana beliau kaya
akan ilmu, sekian profesi yang prestisius seperti menjadi seorang kontraktor, pengusaha
UKM hingga menjadi motivator di berbagai instansi pernah beliau lalui, yang
akhirnya membawa beliau memiliki “personal
branding” dengan menulis buku di penerbit nasional sehingga beliau
dipanggil menjadi pembicara di mana-mana.
Beliau menceritakan
pengalaman menulis beliau hingga menembus buku di penerbit nasional seperti
gramedia group dan menjadi bestseller,
menurut beliau butuh waktu 6 bulan agar buku kita bisa bertahan, karena
bersirkulasi dengan baik. Sehingga karier kita sebagai penulis dapat terwujud,
jika tidak tentu saja kita harus mencoba lagi.
Bila kita ingin menulis
buku yang diminati oleh penerbit gramedia, kita harus ingat bahwasanya gramedia
adalah penerbit korporasi bisnis, sehingga kita harus memahami bahwa oreintasi
mereka adalah menjual atau pasar, jadi jika buku yang kita tulis tidak memiliki
prospek yang menjual, tidak memberi keuntungan bagi pihak gramedia tentu saja
buku kita tidak akan dilirik. Supaya buku kita dilirik pasar kita dapat
melakukan hal sebagai berikut:
1.
Kita harus mengenal genre kita sendiri, passion
tulisan kita di mana, missal penulis buku cerita anak, adventure, novel. Kita dapat melihat referensi buku yang sesuai
dengan genre kita di gramedia,
misalkan novel-novel yang dipajang atau buku cerita yang ada di sana.
2.
Kita harus mencari gaya penulisan genre kita yang disukai oleh konsumen atau
gaya penulisan yang disukai oleh pasar.
Berdasarkan hasil analisa pihak gramedia, buku-buku
yang paling laris di gramedia pertama adalah novel, yang ke dua adalah buku
tentang travelling, apalagi buku yang
menggabungkan kedua-duanya yaitu novel dan travelling, seperti karya Hanum Rais,
yang membuat karyanya best seller dan
diangkat ke sinema. Baru yang ke tiga adalah komik, karena berisi cerita yang
ada gambarnya, dan anak-anak suka, bahkan remajapun menyukainya. Baru yang ke
empat adalah buku motivasi, sisanya adalah buku marketing, demikianlah paparan
materi dari video link pertama beliau.
Selain itu beliau menambahkan
bahwa bagaimana beliau berani mentraining guru padahal tidak memiliki latar
belakang pendidikan adalah dengan belajar buku-buku pendidikan mutakhir dari
BobbiDePorter, Barbara Prashing, buku-buku psikologi dari Daniel Goleman,
Howard Gardner, Thomas Armstrong dan ikut training Munib Khatib sekolahnya
manusia.
Jawaban
dari pertanyaan peserta pelatihan yang diajukan kepada bapak Amir Faisal yang
dapat saya rangkum adalah sebagai berikut:
- Gramedia tidak menyukai buku yang terlalu tebal, yang penting adalah kualitas tulisan, genre kita dan buku itu disukai pasar atau tidak.
- Buku yang beliau tulis menyesuaikan dengan criteria penerbit.
- Buku yang beliau kirim ke penerbet selalu full naskah.
- Sebagai penulis pemula agar buku kita bisa dilirik penerbit justru kita harus belajar hypnowriting yang inshaAllah ada 4 seri lagi.
- Trik buku bisa tembus gramedia: temanya llpop, tidka banyak teori, semakin banyak hal praktis semakin baik dan menarik perhatian banyak orang.
- Buku pertama beliau selesai sekitar satu tahun, ke dua sekitar enam bulan dan sekarang bisa 2 bulan, kajian pustaka itu sifatnya hanya penguatan. Penerbit lebih menyukai karya original dari pikiran, perasaan dan gagasan kita sendiri.
- Buku yang diobral di toko buku adalah yang terbitan lama, tidka laku-laku, dan isunya sudah lama.
Comments
Post a Comment