Belajar ilmu baru... di masa pandemi, kali ini bukan menulis novel atau cerpen... tetapi "cernak" Cerita Anak, bersama Komunitasyukmenulis dengan bimbingan master menulis Vitriya Mardiyati, semoga dapat memperkaya khasanah cerita anak yang bernilai positif dan ramah anak 😊
Selalu ada yang pertama kali dalam segala hal bukan 😉
~ Si Loreng kesayangan Jelita ~
Saat pulang sekolah Jelita biasanya langsung ke kamar mandi, mencuci kaki dan ganti pakaian, tapi kali ini tidak, dia bergegas memasuki dapur karena dia melihat sepintas kucing kesayangannya si Loreng yang lama hilang berlari ke halaman belakang.
"Bunda... bunda ... tadi lihat ngga Loreng lewat?", sambil terengah-engah dia menyapa bundanya. "Apaan sih sayang... kamu salah lihat mungkin, dari tadi bunda di sini tidak melihat apa-apa tuh, kamu palingan terbayang-bayang si Loreng kesayangan", jawab bunda menimpali. "Huuh... tapi tadi sepertinya Loreng bund", ucap Jelita. "Bisa-bisa, kucingnya Dodit tuh yang kamu lihat, khan mirip tuh sama Dodit suka main ke sini", jawab bunda menggoda Jelita. "Aaah.... bunda, gitu deh".... .
"Bunda... bunda ... tadi lihat ngga Loreng lewat?", sambil terengah-engah dia menyapa bundanya. "Apaan sih sayang... kamu salah lihat mungkin, dari tadi bunda di sini tidak melihat apa-apa tuh, kamu palingan terbayang-bayang si Loreng kesayangan", jawab bunda menimpali. "Huuh... tapi tadi sepertinya Loreng bund", ucap Jelita. "Bisa-bisa, kucingnya Dodit tuh yang kamu lihat, khan mirip tuh sama Dodit suka main ke sini", jawab bunda menggoda Jelita. "Aaah.... bunda, gitu deh".... .
Setelah berganti pakaian dan berbaring di kasurnya yang bercorak merah jambu, Jelita masih penasaran dengan apa yang dia lihat tadi. "Aku yakin itu si Loreng", gumamnya dalam hati. "Tapi kalau itu Loreng tentu sudah masuk ke kamar ini ya..., tentu dia sudah duduk santai di sudut meja belajarku menungguku kayak biasanya", ucap Jelita dalam hati untuk kedua kalinya. "Sayang, sini cepat ada tamu nyari kamu", Bunda Jelita masuk ke kamar membuyarkan lamunan Jelita. "Nyari Jelita?", tanya Jelita memastikan. "Sepertinya bunda belum pernah melihat anak ini, bilangnya sih teman ngaji kamu", bunda Jelita menimpali. "Siapa ya..", tanya Jelita penasaran.
Jelita segera bergegas menemui teman yang mencarinya di teras depan. "Hai, kamu ternyata, kirain siapa", sapa Jelita ramah pada sosok anak perempuan berambut panjang berkepang dua, namanya Kenanga. "Maaf ya, ganggu waktumu bobok siang", ucap Kenanga malu-malu. "Ada apa Kenanga, ngaji kita khan libur, kamu gak lupa khan?", tanya Jelita padanya. "Aku nyari kucingku si Monik, kata bude Denok tadi nglihat ad kucing berlari masuk ke rumah ini", ucap Kenanga mencoba menjelaskan. "Ah! berarti yang aku lihat tadi kucingmu, aku pikir itu kucingku si Loreng", jawab Jelita terkejut lalu rona wajahnya berubah menjadi sedih. "Loreng?", kamu punya kucing juga, kayak apa dia?", tanya Kenanga antusias sekali. "Dia kucing loreng-loreng, lucu, sayang sama aku, jadi temanku sepanjang waktu, tapi dia tidak ada lagi sama aku, sudah 2 minggu dia hilang", jawab Jelita dengan muka masam. "Maaf ya Jelita, gara-gara kucingku kamu jadi sedih gini", ucap Kenanga meminta maaf. "Gak pa-pa kok, ah jadi lupa, iya aku tadi lihat kucing mirip si Loreng, ada belangnya, cuma aku sepintas lihatnya, larinya cepet banget, dari dapur terus ke arah belakang, ayo kita cari nanti keburu kesasar dia, dia khan baru kenal daerah sini sama kayak kamu", ucap Jelita cepat-cepat mengajak Kenanga berjalan masuk ke rumah.
Sesaat kemudian, Kenanga sudah menggendong si Monik dan mengelus-ngelusnya. "Ketemu di mana kucingnya?", tanya bunda sambil membawakan dua gelas es buah segar untuk Jelita dan Kenanga. "Di tumpukan kardus bekasnya bunda, dia duduk santuy bun di situ, kayak nemu kamar baru", jawab Jelita dengan mata berbinar. "Berarti benar ya, kamu tadi lihat kucing, cuma bukan Loreng sih", ucap bunda. "Iya bun, ku pikir Loreng tadi", jawab Jelita tampak sedih.
Setelah menyesap es buah buatan bunda, Jelita dan Kenanga bermain bersama Monik di teras samping rumah. Jelita menceritakan bagaimana ceritanya si Loreng bisa hilang. Mereka memang belum bersahabat lama, namun Kenanga nampak ikut kehilangan si Loreng juga. Sejak saat itu mereka sering menghabiskan waktu bersama Monik setelah mengaji.
Minggu pagi Jelita sudah rapi, dia sudah ada janji menemani Kenanga membeli kalung untuk Monik. Tiba-tiba bel pintu berbunyi, "Pasti itu Kenanga", gumamnya dalam hati. Jelita bergegas membukakan pintu, ternyata bukan Kenanga, namun Dodit dengan wajah memelasnya membawa sebuah kotak yang isinya adalah si Loreng. "Loreng, kamu pulang!!!", pekik Jelita kegirangan sambil mengambil, memeluk dan menciumi kucing kesayangannya. "Dodit, bagaimana Loreng bisa sama kamu?", tanyanya penasaran. "Maafkan aku Jelita, aku cuma pinjam Loreng sebentar, jadi temanku di rumah, sejak kucingku mati aku tidak punya kawan lagi di rumah", jawab Dodit beralasan. "Tapi harusnya kamu bilang Dodit, tidak sopan ambil kepunyaan orang lain tanpa ijin", ucap Jelita pada Dodit. "Maaf ya, aku gak bakal ngulangi lagi", ucap Dodit. "Nih, aku bawakan 3 kantong makanan untuk Loreng, kamu jangan marah ya", pinta Dodit pada Jelita.
Jelita ceria kembali setelah kepulangan si Loreng, kucing kesayangannya yang sangat ia rindukan. Sebagai rasa syukurnya, seminggu kemudian dia mengajak Kenanga membeli kalung yang mirip dengan yang dipakai Monik, biar sama-sama kompak sebagai sahabat, dia juga tak lupa mengajak Dodit yang ingin beli kalung juga untuk kucing Persia barunya yang bernama Petir.
#tugasworkshoponline#
#DRAFT
#menulis
#cernak
#KYM
#DRAFT
#menulis
#cernak
#KYM
Comments
Post a Comment