Belajar ... belajar ... belajar lagi dan lagi



RESUME PELATIHAN MENULIS ONLINE GELOMBANG 10

Pertemuan 3    : Rabu, 29 April 2020
Waktu             : 13.00-15.00 WIB
Pemateri          : Bapak Dr.Uswadin, M.Pd
Topik               : Belajar, belajar, dan belajar menulis
Peresume         : Beni Setyorini
Pengantar        : Bapak Wijaya Kusumah
Pemandu         : Bapak Bambang Purwanto

Belajar... belajar ... belajar lagi dan lagi

Pada pelatihan ini saya semakin penasaran dengan membaca topiknya saja, cukup sederhana sekali, kata belajar sampai diulang tiga kali. Bapak Uswaiudin menyampaiakan pengalaman beliau bagaimana menulis itu dapat menghasilkan sesuatu luar biasa, namun hal itu harus dibangun dengan kebiasaan yang konsisten.

Bagaimana membangun kebiasaan menulis kita bentuk adalah dengan melakukan hal-hal berikut ini:
• Menuliskan poin-poin ide kita
• Setelah poin2 ide tertulis maka, pada waktu dan suasana yang tepat kita bisa tulis ide 
  tersebut.
• Dari ide-ide tersebut tentu berkembang menjadi sebuah tulisan
• Tulisan yg telah kita buat maka bisa di bagikan ke publik bisa melalui blog kita atau melalui 
   media sosial yang lain seperti fb atau media cetak atau online.
• Tulisan yang sudah jadi coba dikirim ke media on line dan kemungkinan bisa diterima oleh 
   redaksi. 
• Selain media online kita juga mencoba dan memberanikan diri untuk mengirimkan tulisan 
  kita ke media cetak.
• Ada kebanggaan tersendiri jika tulisan kita dapat dimuat apalagi di surat kabar yg sudah 
  populer atau berskala nasional.
• Kalau kita terbiasa menulis maka insya allah kita pun sebagai guru bisa tingkatkan menjadi 
  sebuah buku. Bisa dari buku pelajaran yang kita ampu.
• Karena kita sering menyampaikan hal2 tsb setiap hari jadi akan mudah dituliskan dalam 
  buku.
• Dengan menulis kadan-kadang ide-ide baru muncul dan tidak hanya tulisan kita pun juga 
   bisa menulis syair lagu yang bisa menjadi sebuah lagu jika dinyanyikan.
• Tulisan populer tinggal pengemasan yang lebih mudah dibaca dan difahami.



Carannya antara lain dapat dilakukan dengan:
 1. Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian pendahuluan dengan bahasa yang simpel saja. Bisa dipecah menjadi 2 bab.
2. Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari penelitian tsb. Ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab.
3. Rekomendasi apa dari penulisan tsb dalam 1 bab.
4. Penutup atau kesimpulan jadikan 1 bab.
5. Tambahkan gambar atau foto atau data yg membuat tulisan menjadi lebih menarik.


• Trik agar tulisan mengalir deras dan tetap mempesona yaitu:
1. Menulis menulis dan belajar menulis. Yang penting jangan dipaksakan kalau sedang tidak mood. Suasana batin sangat mempengaruhi dalam menulis. 
2. Sebelum di upload mimimal baca 3x dan nanti kita akan menemukan kekurangannya. Syukur kalau ada kawan yg mau baca sebelum di upload.


• Strategi yang dilakukan agar tulisan kita dimuat di media cetak adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika sudah dinilai layak maka akan diterima, karena kita juga bersaing dengan tulisan-tulisan lain. Ditolak atau tidak diterima jangan membuat kita putus harapan. Apalagi sekarang hanya modal email.


• Menuangkan ide agar mengalir kita buat runtutan dulu dalam konsep-konsep kita. Setelah kita anggap runtut baru tuangkan dalam tulisan. Setelah tulisan jadi kita baca kembali kemudian tinggal beberapa waktu 1 atau 2 jam baru kita baca lagi.


• Terkadang ide tulisan datangnya tidak diduga, makanya pada saat muncul ide, tulis saja poinnya di buku atau kertas biar tidak hilang atau lupa, yang kedua dalam merangkai kalimat bisa dibantu dengan mengutip pendapat atau dari kitab suci atau dari teori, nah kita bisa kembangkan . Usahakan ada keruntutan atau kekoherensian antar kalimat, insya allah enak dibaca. Jangan menyerah pada saatnya kita akan tersenyum dengan tulisan kita.

Kesimpulan: 
Menulis harus dibiasakan dari melihat, merasakan, atau mengalami kejadian tertentu setiap hari lalu mengembangkannya ke dalam poin-poin, selanjutnya kita tulis dan hasilnya harus kita baca beberapa kali sebelum kita bagi atau tampilkan untuk publik (blog, sosial media, media cetak).



Comments

Popular posts from this blog

Pacu Motivasimu Menulis Buku, Prestasi Ada di Genggamanmu

Pantang ambyar di dalam Kesibukan

Mengenal Genre Kita Untuk Menjadi Karya